Gue sering dengar, banyak orang yang bilang hidup itu pilihan. tapi sebagian orang lagi bilang kalau hidup itu ga melulu pilihan. Selama bisa jalani keduanya atau lebih dengan baik, kenapa harus korbanin salah satu? Dari teori-teori orang tadi entah mereka pernah ngalamin sendiri atau cuma ikut arus pendapat orang lain, gue belajar. Gue belajar apa hidup itu benar-benar penuh dengan pilihan, atau yeah as I mentioned, selama bisa multitasking, kenapa enggak?
Terus menurut lo sendiri gimana win?
Hmm gue sendiri, selalu berusaha untuk menghindari sebuah pilihan. Bukannya terlalu takut untuk milih, tapi gue cuma gak mau mengorbankan 1 hal diatas kepentingan yang lain, apalagi kalau dua2nya bagus, walaupun pada akhirnya memang gue sering banget dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang sulit. Tapi masalahnya, dari kecil kita selalu dibiasakan milih sama orangtua kita (in my case) misalnya, mau makan nasi atau mie? mau jalan-jalan kesana atau kesini? mau beli sepatu yang ini atau yang itu? Oke itu mungkin hal-hal kecil, dan kita bisa menentukan pilihan kita dengan mudah, namun semakin besar, tanpa kita sadari bobot pilihan yang ditujukan ke kita itu semakin berat dan pertimbangannya pun akan semakin equal antara yang satu dengan yang lain, misalnya mau kuliah disini atau disana, kalau disini lebih dekat, akreditasinya bagus, lulusannya banyak yang langsung dpt kerja bla bla bla, sedangkan di kampus sana, lebih terkenal walaupun lebih jauh, akreditasinya juga bagus, fasilitasnya lengkap and so on and so on. See? You will be definitely confused to choose between the two excellent options. Sama halnya kayak yang sedang gue alami sekarang (acieeee ujung2nya curhat)
Jadi ceritanya gini, Allah lagi kasih gue ujian untuk mendewasakan diri. Gue dihadapkan dengan 2 pilihan yang menurut gue, sama-sama bagus, sama-sama mulia, sama-sama high recommended to choose. Yang pertama, gue dikasih kesempatan untuk mewujudkan salah satu impian gue dari dulu which is no need to be mentioned here. Gue pengiiiiin banget mewujudkan itu. Bertahun-tahun gue usaha dari dulu untuk dapetin itu, tapi gak pernah ada hasilnya, sampai diawal tahun ini menurut gue adalah puncak kesadaran gue bahwa I have no opportunity for this, mungkin jalan gue bukan kayak gini. Akhirnya gue nyerah. Segala usaha untuk dapetin mimpi itu gue stop. Semuanya. Gue stop.
Setelah itu, gue mulai merancang mimpi gue yang lain, tapi tetap gak melupakan mimpi gue yang dulu, gue pikir yah mungkin bukan sekarang waktunya, tapi nanti, sekarang fokus dulu di mimpi gue yang baru ini. Seperti usaha gue di mimpi yang pertama, I put a lot of effort to get this. Dan sampai akhirnya gue udah merencanakan plan sematang-matangnya (menurut gue) untuk mimpi gue yang kedua ini, sambil perlahan gue hampir lupa sama mimpi yang pertama (tetap ada niat untuk mewujudkannya tapi nanti, pikir gue).
Tapi apa yang terjadi saudara-saudara...... Kesempatan untuk mewujudkan mimpi pertama tiba-tiba dateng. Tiba-tiba seakan ngeledek gue,
"Hayooo gue dateng lagi nih, terus lo mau milih gue apa gak?" gitu loh..
Semuanya terjadi dengan ketidaksengajaan, yang akhirnya berhasil bikin gue galau sampai sekarang.
Intinya, saat ini gue sedang dihadapkan dengan 2 pilihan sulit. tapi gue gak bingung-bingung banget kok. Karena I believe if it's meant to be, it will be. Pilihan yang manapun yang gue pilih, itu sudah jadi rencana dan kehendak Allah. makanya untuk memilih yang mana yang paling baik buat gue, I beg help from Him in every Istikharah I do. Gue tetap jalani dengan baik dan do my best di proses kedua-duanya. Sampai pada akhirnya salah satu ada yang gagal, either yang pertama atau yang kedua, nah itulah jawaban dari Allah, yang menandakan bahwa jalan gue adalah yang terjadi pada saat itu.
Sama halnya kayak jodoh (aiiih) you can't guarantee the person you love today is your Mr. Right that will turn to be your husband, to share your journey with, until two of you passed away. Sedih sih pasti, malah banyak orang yang akhirnya gak mau mikirin itu. But I'm so sorry to tell you that pemikiran seperti itu penting, untuk menghindari kesakitan dikemudian hari setelah menyadari bahwa pilihan lo selama ini ternyata salah. Banyak orang perlu bertahun-bertahun bahkan belasan tahun bersama, cuma untuk menyadari pada akhirnya, mereka gak cocok, and they have to live their own life, looking each other like enemy, like a strange person they've never met before. Sedih kan? Iya sedih..
Karena fenomena itulah (asik) gue memilih untuk menyeimbangkan perasaan dengan rasional gue. Means? Gue berusaha untuk selalu ngingetin diri sendiri bahwa apa yang saat ini gue jalanin (apapun itu) bukan berarti yang terbaik buat gue, bukan berarti will last forever. Walaupun ada beberapa doa yang gue selipkan, mohon sama Allah bahwa beberapa hal yang gue jalanin saat ini semoga adalah hal yang paling baik buat gue, dan akan selamanya ada sama gue.
If I may conclude from today writing, you won't regret all the things you've decided if you enclose Allah's guidance with you. May Allah bless you people :)