Kamis, 01 Agustus 2013

They bring back the lost memories

Mungkin gak banyak orang tahu, dulunya gue pernah disekolahkan di pesantren waktu SMP, walaupun cuma setahun doang sih. Layaknya anak baru lulus SD yang masih sangat lugu, gue pasrah mau dikemanain nasib gue sama orangtua. Kata nyokap, karena waktu SD gue bandel banget, akhirnya "dipaksa" lah gue masuk pesantren. Saat itu gue benar2 terpaksa, karena dulu belum tau gimana caranya ngelawan (loh sekarang? jgn dicontoh ya adik2) ya akhirnya gue pasrah.

Singkat cerita, gue dimasukan ke salah satu pesantren di Bekasi, tapi sayangnya semua gak bertahan lama. Cuma setahun gue disana. Ya iyalaaah, gimana mungkin nyokap tega menghadapi gue yang selama disana, ga putus2 telepon kerumah setiap hari via wartel sekolah, sambil nangis2 cerita ini itu yang intinya gak betah dan pengen pulang saat itu juga. Ditambah lagi, setiap minggu wajib hukumnya buat orangtua jenguk gue, padahal disisi lain, teman2 gue yg lain paling sering dikunjungi sebulan sekali, bahkan banyak juga yg jarang dikunjungi keluarganya karena tinggal diluar kota. Dan sudah pasti, moment setiap minggu yang gak boleh terlewatkan adalah... jeng jeng jeng.... mewek! pengen pulaaaaang *sambil sesenggukan*

Gue agak lupa kenapa dulu gue segitu gak betahnya disana, padahal setelah gue ingat2 sekarang ini, suasana disana itu enak banget, kondusif untuk belajar ilmu umum atau agama, hampir setiap malam kami qiyamul lail, menghafal qur'an, dan lain2. Indaaaah banget dulu itu. Huh nyesel deh sekarang. 

Yang sedikit gue ingat adalah gue merasa terintimidasi atau lebih tepatnya minder, malu, ga kuat mental ketika hafalan quran gue gak nambah2. Masih juz 30 aja gak naik2. Disaat teman2 gue udah mulai masuk juz 29, bahkan juz 28, dan ada yang dalam waktu singkat bisa setor hafalan satu halaman, dan gue... cuma beberapa ayat, itupun gak lancar dan terus diulang2 heheheh. Pokoknya mah juz 30 forever judulnya. 


Ditambah lagi, kosakata bahasa Arab gue yang gak nambah2, ditandai dengan gue yang jadi pendiam, karena sekalinya ngomong bahasa Indonesia, kalo lagi apes, bakal ketahuan and it means gue akan kena hukum kerja bakti di akhir minggu. hahaha.

Nah setelah gue keluar dari sekolah itu, gue bener2 hilang kontak sama teman2 gue disana. Bahkan bertahun2 setelah itupun gue ga kontak sama sekali.
Akhirnya setelah 10 tahun gue "menghilang", Alhamdulillah Allah kasih kesempatan buat gue ketemu teman2 gue itu tepatnya hari minggu, kalo gak salah tanggal 28 Juli kemarin di acara buka puasa bersama. 

Pertemuan itu, berawal dari keisengan gue, ngesearch nama teman2 lama di facebook dari mulai SD, SMP, SMA. Tapi anehnya gue saat itu sama sekali belum ngeh kalo gue pernah setahun sekolah di pesantren itu, sampai akhirnya tiba2 gue inget, dan gue berusaha sangat keras mengingat satu aja nama lengkap teman gue. Trust me it really was a hard work. Mungkin karena udah terlalu lama, dan moment itu juga gue alami waktu masih kecil, jadi agak sulit mengingat satu nama aja dari sekian banyak teman2 gue. And the lucky fellow whom I suddenly remember is.. Ainan indallah. Ya! tiba2 aja gue ingat nama lengkap Ainan karena kalo gak salah dia absen pertama dikelas. Dan yang paling gue inget adalah kamus bahasa inggris gambar Mickey Mouse yang dulu sering dia bawa2 (if she remembers this). 

Setelah nge add Ainan, gue "bertemu" teman2 yang lain daaaan alhamdulillah akhirnya bisa ketemu dengan sebagian dari mereka, ukhtifillah yg cantik2 dan solihah insya allah ;)



Meet them, is definitely such a blessing. Banyak cerita2 lucu mereka share yang seakan memulihkan "amnesia" gue tentang kejadian2 lucu yang kami alami dulu. Dari mulai moment ngantri mandi dengan kata2 andalan "ba'daki man?" sambil gedor2 pintu, naro gayung didepannya sebagai tanda antrian, sampe buka2an masalah mata2 atau yang dulu dikenal dengan istilah "jasus" (mata2 yang tugasnya mencatat kesalahan dan pelanggaran2 yang dilakukan santri, misalnya gak berbahasa arab, telat ke masjid dll) dan disitu gue baru tau kalo biang kerok dibalik seringnya nama gue dipanggil "ala ukhtina blablabla.... " atas pelanggaran2 yang gue lakuin itu orangnya adalah icha, yg ditunjuk secara rahasia sebagai jasus waktu itu!


Dipertemuan itu, jiwa gue juga seakan di recharge (tsahhh elah) berkat sharing dari teman kami yang cantik dan solihah yaitu fauqi, ditambah lagi masing2 dari kami berkesempatan untuk bercerita secara singkat tentang diri kami masing2 dan kesibukan yang kami jalani sekarang. I realized we all have grown up a lot to be a more mature women, we're not a 13 years old lil' girls anymore.. 
Dari sharing itu, banyak terdapat kejutan yang insya allah semuanya baik2 yah teman2. 

Diakhir pertemuan kami, Ainan bikin mini quiz yang pertanyaannya seputar kehidupan kami di pesantren dulu. Gue sama Mila udah hopeless , karena kita berpikiran kita gak bakal nyambung sama obrolan atau pertanyaan yang akan keluar karena pasti akan seputar kehidupan mereka dikelas 2 atau 3 which we weren't there! 

Tapiiiii surprise, ternyata gue bisa jawab salah satu pertanyaan dari quiz itu dan dapat ini sebagai doorprize.



thanks ainan!

Pas bisa jawab pertanyaan tersebut, gue sedikit lega, yahh Alhamdulillah setidaknya gue masih sedikit ingat sama apa yang dulu pernah gue alami bersama mereka.

Well, finally it was time for us to say farewell. Sediiih, rasanya belum cukup waktu untuk saling menyapa, berbagi cerita dan semua2nya deh pokoknya. I cant wait to have another time to meet them all. I love you girls :) Maaf yah nama kalian gak disebutkan disini satu persatu, but trust me you all always live in my heart. 

Muachhh Xxx


Wassalamualaikum.

Rename it as you wish

Assalamualaikum,

Dear my imaginary readers :p
I apologize for this inconvenience but I decided to return my blog to its former name. hehehe.
after such a long long consideration (well, ini lebay) I decided to have my personal story written in my personal blog instead of in a blog named my current business line.

Anwy, you're still able to see and check our latest product catalog on:

FB fanpage Hijab Harisna, or
Instagram @hijabharisna

Our new blog is still under another consideration :p
Well, kadang sah2 aja jadi manusia labil kan?


Wassalamualaikum,
Love Xxxx

Repost - Doa itu ajaib

Assalamualaikum, sayang :)
Kamu tau gak kalo ada keajaiban dalam setiap doa yang kamu percaya dan kamu sampaikan terus menerus? Kamu percaya bahwa Allah itu memang ada, dan nyata, bahwa Allah itu pasti mendengar apa yang kamu mohon?

Jadi gini sayang, tepatnya tanggal 20 maret kemarin gue diminta sama dosen untuk membuat satu karya ilmiah mewakili fakultas dalam rangka kompetisi tingkat kampus. Kemudian, pemenangnya akan dikirim sebagai wakil kampus untuk diadu lagi dalam kompetisi tingkat Nasional. DAN, yang paling bikin deg2an itu, kompetisinya diadakan tanggal 26 maret, which means gue cuma punya waktu kurang dari seminggu untuk buat karya ilmiah itu. Awalnya bingung, takut, gak pede.. tapi karena ada rasa antusias juga, dan keinginan untuk mencoba sekaligus ngetest sejauh mana kemampuan diri sendiri, akhirnya gue mulai usaha, perlahan demi perlahan gue take action, dari mulai pemilihan topik, bahan2 analisis, susunan penulisan dan seterusnya.

Gue, tau banget sejauh mana kemampuan diri sendiri. Ditambah lagi kesulitan2 yang banyaaaaak banget gue temuin saat proses penulisan. Dan akhirnya dengan segala kesadaran gue berpikir kalo ini tuh sulit banget. Allah tau ini sulit banget buat gue. Meskipun agak impossible, tapi gimana kalo nanti ternyata gue juara 1 terus mesti bikin lagi karya ilmiah macem gini? Gue ga bisa. Gue ga bisa. Gue cuma perlu jadi juara dua.

Karena pemikiran itu, omongan tadi gue bawa jadi doa. Gue doa supaya dikasih kemudahan sama Allah dalam penyelesaian penulisan ini. Gue juga sampaikan, bahwa target maksimal gue dalam kompetisi ini adalah juara dua, sedangkan target minimal gue adalah gue bisa kerahkan seluruh kemampuan terbaik gue dalam kompetisi ini. Doa itu gue bawa terus, terus.. dan terus.. Ya Allah, juara dua. Ya Allah, juara dua. Pokoknya gitu terus setiap abis sholat.

Singkat cerita, akhirnya sampailah dihari H, yaitu tanggal 26 maret. Insya Allah bukan maksud riya, tapi cuma berniat utk memotivasi teman2 sayang sekalian, hari itu gue berniat untuk sedekah ke siapapun orang yang gue rasa tepat untuk dibagi sedikit rezeki hari itu. Niat gue, dengan sedekah ini gue pengen beli impian gue hari itu, yaitu untuk jadi juara 2. Dan alhamdulillah, pas pagi sebelum kompetisi, gue ketemu sama seseorang yang insya Allah tepat untuk gue bagi sedikit rezeki, dalam hati gue terus doa, Allah, buat saya jadi juara 2.

Akhirnya kompetisi dimulai setelah waktu makan siang. Gue ketemu dengan teman2 perwakilan dari fakultas lain. DAN, gue drop dong pemirsa. Teman2 dari fakultas lain itu hebat2 banget, berprestasi semua, aktif organisasi semua, pinter2 semua, tema karya ilmiahnya juga keren2. Gue jadi ketawa sendiri dalam hati, gimana caranya ini gue bisa dapet juara dua? Bisa partisipasi di acara ini aja udah kesempatan yang bagus banget. Ah tapi yasudah, tetap yakin sama diri sendiri, juga sama Allah.

Penjurian pun dimulai. Ada 4 point penilaian, yaitu presentasi karya ilmiah, kemampuan bahasa inggris, organisasi dan kepribadian. 4 point penilaian ini diisi dengan orang dan ruangan yang berbeda. Sementara peserta digilir dari satu ruangan ke ruangan lain. Ya pokoknya kurang lebih gitu. Sementara itu dari satu ruangan ke ruangan lain, sambil selalu berusaha jawab pertanyaan dengan jawaban terbaik yang gue bisa, gue tetap kekeuh sama doa gue untuk jadi juara dua. hehehe.

Ok, singkat cerita, pengumuman hasil penjurian dan pemenang diumumkan hari itu juga. Itu rasanya Masya Allah, gue duduk dalam keadaan senyam senyum basi. Ya basi banget deh pokoknya, cuma untuk nutupin rasa gerogi.

Akhirnya, pemenang pun di umumkan, and you know what dear.. My name really turned out to be THE FIRST RUNNER UP. Iya, gue bener2 dapetin juara dua.. Alhamdulillah..
Ajaib banget kan doa gue?
Setelah itu gue jadi makin percaya sama keajaiban doa, dan juga keajaiban pengabul doa tersebut.


Doa itu ajaib dear. Semua orang punya doa, semua orang bisa doa. Doa, buat gue juga merupakan modal yang semua orang punya. Mau dia miskin, atau kaya.
Well, anyway, judul karya ilmiah yang mengantarkan gue jadi juara dua saat itu adalah: "Meningkatkan semangat berwirausaha di kalangan generasi muda untuk menanggulangi masalah kemiskinan dan pengangguran di Indonesia" Sounds cool eh? ;)
Wassalamualaikum sayang :)

Repost - Kenapa harus berjilbab?

Bismillah,
"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera" mereka, atau putera" suami mereka, atau saudara" laki" mereka, atau putera" saudara laki" mereka, atau putera" saudara perempuan mereka, atau wanita" islam, atau budak" yang mereka miliki, atau pelayan" laki" yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak" yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang" yang beriman supaya kamu beruntung." (QS. Annuur: 31)


Pertama kali saya memutuskan utk berjilbab adalah bulan Oktober 2011, setelah lebaran, and I cant stop grateful for the hidayah Allah gave me that time. Ketika itu, pada beberapa bulan sebelumnya, ibu saya kasih saya buku, judulnya: "Agar shalat tak sia-sia". Semoga Allah kasih beribu pahala dan kebaikan utk penulisnya,juga semoga dikasih pengampunan sebanyak2nya utk beliau karena lewat buku itu, hidayah Allah dtg buat saya. Oh iya, satu lagi, juga semoga pahala dan ampunan senantiasa mengalir utk ibu yang udah jadi perantara.
Well, buku itu kurang lebih berisi tentang hal" yang membuat pahala shalat kita menjadi sia" and you can guess, salah satunya adalah bagi para perempuan yang rajin shalat namun tidak menutup auratnya, maka shalatnya pun sia2. Naudzubillah min dzalik.

Semenjak itu, saya banyak mikir.. Orang yang rajin sholat aja bisa jadi sia2 krn dia ga nutup auratnya. hello, gimana kabarnya saya yang sholatnya aja masih bolong2, dan gak nutup aurat pula.
Sedih. iya sedih. Dan bingung mesti gimana. Ditambah lagi saat itu saya masih lagi seneng2nya berpenampilan dengan rambut panjang dan seperti kebanyakan perempuan belum berjilbab pada umumnya, saya kebawa arus dengan berprinsip bahwa nanti aja pake jilbabnya, yang penting jilbabin hati dulu. Ah banyak cewe jilbaban tapi kelakuannya minus, cuma bikin malu islam, lebih baik copot aja jilbabnya. ah, pake jilbabnya nanti aja setelah nikah, malu soalnya kalo pas nikah pake jilbab aneh, jelek, ga bisa disanggul bla bla bla. Astagfirullahaladzim, ya Allah, ampuni kebodohanku saat itu :(

Tapi alhamdulillahirabbilalamin, kebaikan Allah itu emang nyata teman". Allah itu baik. Baiiik sekali. semakin waktu berjalan, saya semakin terus terngiang2 dan dibayangi sama pesan inti dari buku itu. Semua pola pikir saya tentang berjilbab sejak dulu, seakan dibalikin ke saya. saya pengin pake jilbab nanti aja setelah nikah, apa iya umur saya akan sampe sejauh itu? Jilbabin hati dulu, mau sampe kapan? apa ada parameter berjilbab hati? Apa ada perintah menjilbabkan hati? apa jangan2 itu cuma karangan manusia supaya keinginannya utk belum berjilbab terlihat bijak? Soal cewe berjilbab yang kelakuannya minus? Masya Allah, saya udah terlalu berlebihan dan sok tau menilai orang. saya udah beranggapan seolah2 saya lebih baik dari mereka, padahal cuma Allah yang berhak menilai setiap makhlukNya.

Ya, lama kelamaan, keinginan utk berjilbab itu semakin kuat tapi masih ragu untuk mewujudkannya. Dan, sampai akhirnya Allah terus bantu menguatkan. Ketika lebaran tahun 2011, saya bilang sama ibu, mau pake jilbab aja pas sholat Ied sampe sillaturahim kerumah saudara2 seharian. dan Alhamdulillah, semenjak itu jilbab saya ga pernah saya lepas sampe sekarang.

Dan pertanyaannya sekarang. Apa efek yang dirasa setelah berjilbab win? masya Allah, banyak sayang. banyak bangeeet. Pertama adalah merasa lebih aman dan terlindungi. Kedua, jilbab saya bisa saya jadikan sebagai "alarm" pengingat ketika khilaf. Ketiga, merasa lebih dekat sama Allah, dan jilbab juga bisa jadi satu "start" awal menuju kebaikan2 yang lain. Dan yang pasti satu hal, dengan berjilbab, setidaknya tuntas lah satu kewajiban kita, dan menjadi bukti ketaatan kita kpd Allah ;)

Berjilbab buat saya, juga menjadi penyemangat utk semakin memperbaiki diri dalam beribadah. Well, walaupun saya juga bukan contoh yang baik soal memperbaiki diri. Pengetahuan saya soal agama dan attitude saya sebagai muslimah juga masih perlu perbaikan sana-sini. Tapi alangkah baiknya kalo kekurangan itu ga dijadikan hambatan utk menebar kebaikan dan dakwah buat sesama teman" muslimah sayang. We grow together dear.
Dan untuk teman" muslimah yang belum dan akan berjilbab,, berjilbablah sayang ;) karena berjilbab bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah kewajiban yang harus kamu tunaikan. And dont worry, you will be a beautiful and charming bride in your wedding day with your hijab covers your hair. That's what I believe now ;)

Love,
Wassalamualaikum warohmatullah wabarokatuh.