Mungkin gak banyak orang tahu, dulunya gue pernah disekolahkan di pesantren waktu SMP, walaupun cuma setahun doang sih. Layaknya anak baru lulus SD yang masih sangat lugu, gue pasrah mau dikemanain nasib gue sama orangtua. Kata nyokap, karena waktu SD gue bandel banget, akhirnya "dipaksa" lah gue masuk pesantren. Saat itu gue benar2 terpaksa, karena dulu belum tau gimana caranya ngelawan (loh sekarang? jgn dicontoh ya adik2) ya akhirnya gue pasrah.
Singkat cerita, gue dimasukan ke salah satu pesantren di Bekasi, tapi sayangnya semua gak bertahan lama. Cuma setahun gue disana. Ya iyalaaah, gimana mungkin nyokap tega menghadapi gue yang selama disana, ga putus2 telepon kerumah setiap hari via wartel sekolah, sambil nangis2 cerita ini itu yang intinya gak betah dan pengen pulang saat itu juga. Ditambah lagi, setiap minggu wajib hukumnya buat orangtua jenguk gue, padahal disisi lain, teman2 gue yg lain paling sering dikunjungi sebulan sekali, bahkan banyak juga yg jarang dikunjungi keluarganya karena tinggal diluar kota. Dan sudah pasti, moment setiap minggu yang gak boleh terlewatkan adalah... jeng jeng jeng.... mewek! pengen pulaaaaang *sambil sesenggukan*
Gue agak lupa kenapa dulu gue segitu gak betahnya disana, padahal setelah gue ingat2 sekarang ini, suasana disana itu enak banget, kondusif untuk belajar ilmu umum atau agama, hampir setiap malam kami qiyamul lail, menghafal qur'an, dan lain2. Indaaaah banget dulu itu. Huh nyesel deh sekarang.
Ditambah lagi, kosakata bahasa Arab gue yang gak nambah2, ditandai dengan gue yang jadi pendiam, karena sekalinya ngomong bahasa Indonesia, kalo lagi apes, bakal ketahuan and it means gue akan kena hukum kerja bakti di akhir minggu. hahaha.
Nah setelah gue keluar dari sekolah itu, gue bener2 hilang kontak sama teman2 gue disana. Bahkan bertahun2 setelah itupun gue ga kontak sama sekali.
Akhirnya setelah 10 tahun gue "menghilang", Alhamdulillah Allah kasih kesempatan buat gue ketemu teman2 gue itu tepatnya hari minggu, kalo gak salah tanggal 28 Juli kemarin di acara buka puasa bersama.
Pertemuan itu, berawal dari keisengan gue, ngesearch nama teman2 lama di facebook dari mulai SD, SMP, SMA. Tapi anehnya gue saat itu sama sekali belum ngeh kalo gue pernah setahun sekolah di pesantren itu, sampai akhirnya tiba2 gue inget, dan gue berusaha sangat keras mengingat satu aja nama lengkap teman gue. Trust me it really was a hard work. Mungkin karena udah terlalu lama, dan moment itu juga gue alami waktu masih kecil, jadi agak sulit mengingat satu nama aja dari sekian banyak teman2 gue. And the lucky fellow whom I suddenly remember is.. Ainan indallah. Ya! tiba2 aja gue ingat nama lengkap Ainan karena kalo gak salah dia absen pertama dikelas. Dan yang paling gue inget adalah kamus bahasa inggris gambar Mickey Mouse yang dulu sering dia bawa2 (if she remembers this).
Setelah nge add Ainan, gue "bertemu" teman2 yang lain daaaan alhamdulillah akhirnya bisa ketemu dengan sebagian dari mereka, ukhtifillah yg cantik2 dan solihah insya allah ;)
Meet them, is definitely such a blessing. Banyak cerita2 lucu mereka share yang seakan memulihkan "amnesia" gue tentang kejadian2 lucu yang kami alami dulu. Dari mulai moment ngantri mandi dengan kata2 andalan "ba'daki man?" sambil gedor2 pintu, naro gayung didepannya sebagai tanda antrian, sampe buka2an masalah mata2 atau yang dulu dikenal dengan istilah "jasus" (mata2 yang tugasnya mencatat kesalahan dan pelanggaran2 yang dilakukan santri, misalnya gak berbahasa arab, telat ke masjid dll) dan disitu gue baru tau kalo biang kerok dibalik seringnya nama gue dipanggil "ala ukhtina blablabla.... " atas pelanggaran2 yang gue lakuin itu orangnya adalah icha, yg ditunjuk secara rahasia sebagai jasus waktu itu!
Dipertemuan itu, jiwa gue juga seakan di recharge (tsahhh elah) berkat sharing dari teman kami yang cantik dan solihah yaitu fauqi, ditambah lagi masing2 dari kami berkesempatan untuk bercerita secara singkat tentang diri kami masing2 dan kesibukan yang kami jalani sekarang. I realized we all have grown up a lot to be a more mature women, we're not a 13 years old lil' girls anymore..
Dari sharing itu, banyak terdapat kejutan yang insya allah semuanya baik2 yah teman2.
Diakhir pertemuan kami, Ainan bikin mini quiz yang pertanyaannya seputar kehidupan kami di pesantren dulu. Gue sama Mila udah hopeless , karena kita berpikiran kita gak bakal nyambung sama obrolan atau pertanyaan yang akan keluar karena pasti akan seputar kehidupan mereka dikelas 2 atau 3 which we weren't there!
Tapiiiii surprise, ternyata gue bisa jawab salah satu pertanyaan dari quiz itu dan dapat ini sebagai doorprize.
thanks ainan!
Pas bisa jawab pertanyaan tersebut, gue sedikit lega, yahh Alhamdulillah setidaknya gue masih sedikit ingat sama apa yang dulu pernah gue alami bersama mereka.
Well, finally it was time for us to say farewell. Sediiih, rasanya belum cukup waktu untuk saling menyapa, berbagi cerita dan semua2nya deh pokoknya. I cant wait to have another time to meet them all. I love you girls :) Maaf yah nama kalian gak disebutkan disini satu persatu, but trust me you all always live in my heart.
Muachhh Xxx
Wassalamualaikum.



