Kamis, 01 Agustus 2013

Repost - Kenapa harus berjilbab?

Bismillah,
"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera" mereka, atau putera" suami mereka, atau saudara" laki" mereka, atau putera" saudara laki" mereka, atau putera" saudara perempuan mereka, atau wanita" islam, atau budak" yang mereka miliki, atau pelayan" laki" yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak" yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang" yang beriman supaya kamu beruntung." (QS. Annuur: 31)


Pertama kali saya memutuskan utk berjilbab adalah bulan Oktober 2011, setelah lebaran, and I cant stop grateful for the hidayah Allah gave me that time. Ketika itu, pada beberapa bulan sebelumnya, ibu saya kasih saya buku, judulnya: "Agar shalat tak sia-sia". Semoga Allah kasih beribu pahala dan kebaikan utk penulisnya,juga semoga dikasih pengampunan sebanyak2nya utk beliau karena lewat buku itu, hidayah Allah dtg buat saya. Oh iya, satu lagi, juga semoga pahala dan ampunan senantiasa mengalir utk ibu yang udah jadi perantara.
Well, buku itu kurang lebih berisi tentang hal" yang membuat pahala shalat kita menjadi sia" and you can guess, salah satunya adalah bagi para perempuan yang rajin shalat namun tidak menutup auratnya, maka shalatnya pun sia2. Naudzubillah min dzalik.

Semenjak itu, saya banyak mikir.. Orang yang rajin sholat aja bisa jadi sia2 krn dia ga nutup auratnya. hello, gimana kabarnya saya yang sholatnya aja masih bolong2, dan gak nutup aurat pula.
Sedih. iya sedih. Dan bingung mesti gimana. Ditambah lagi saat itu saya masih lagi seneng2nya berpenampilan dengan rambut panjang dan seperti kebanyakan perempuan belum berjilbab pada umumnya, saya kebawa arus dengan berprinsip bahwa nanti aja pake jilbabnya, yang penting jilbabin hati dulu. Ah banyak cewe jilbaban tapi kelakuannya minus, cuma bikin malu islam, lebih baik copot aja jilbabnya. ah, pake jilbabnya nanti aja setelah nikah, malu soalnya kalo pas nikah pake jilbab aneh, jelek, ga bisa disanggul bla bla bla. Astagfirullahaladzim, ya Allah, ampuni kebodohanku saat itu :(

Tapi alhamdulillahirabbilalamin, kebaikan Allah itu emang nyata teman". Allah itu baik. Baiiik sekali. semakin waktu berjalan, saya semakin terus terngiang2 dan dibayangi sama pesan inti dari buku itu. Semua pola pikir saya tentang berjilbab sejak dulu, seakan dibalikin ke saya. saya pengin pake jilbab nanti aja setelah nikah, apa iya umur saya akan sampe sejauh itu? Jilbabin hati dulu, mau sampe kapan? apa ada parameter berjilbab hati? Apa ada perintah menjilbabkan hati? apa jangan2 itu cuma karangan manusia supaya keinginannya utk belum berjilbab terlihat bijak? Soal cewe berjilbab yang kelakuannya minus? Masya Allah, saya udah terlalu berlebihan dan sok tau menilai orang. saya udah beranggapan seolah2 saya lebih baik dari mereka, padahal cuma Allah yang berhak menilai setiap makhlukNya.

Ya, lama kelamaan, keinginan utk berjilbab itu semakin kuat tapi masih ragu untuk mewujudkannya. Dan, sampai akhirnya Allah terus bantu menguatkan. Ketika lebaran tahun 2011, saya bilang sama ibu, mau pake jilbab aja pas sholat Ied sampe sillaturahim kerumah saudara2 seharian. dan Alhamdulillah, semenjak itu jilbab saya ga pernah saya lepas sampe sekarang.

Dan pertanyaannya sekarang. Apa efek yang dirasa setelah berjilbab win? masya Allah, banyak sayang. banyak bangeeet. Pertama adalah merasa lebih aman dan terlindungi. Kedua, jilbab saya bisa saya jadikan sebagai "alarm" pengingat ketika khilaf. Ketiga, merasa lebih dekat sama Allah, dan jilbab juga bisa jadi satu "start" awal menuju kebaikan2 yang lain. Dan yang pasti satu hal, dengan berjilbab, setidaknya tuntas lah satu kewajiban kita, dan menjadi bukti ketaatan kita kpd Allah ;)

Berjilbab buat saya, juga menjadi penyemangat utk semakin memperbaiki diri dalam beribadah. Well, walaupun saya juga bukan contoh yang baik soal memperbaiki diri. Pengetahuan saya soal agama dan attitude saya sebagai muslimah juga masih perlu perbaikan sana-sini. Tapi alangkah baiknya kalo kekurangan itu ga dijadikan hambatan utk menebar kebaikan dan dakwah buat sesama teman" muslimah sayang. We grow together dear.
Dan untuk teman" muslimah yang belum dan akan berjilbab,, berjilbablah sayang ;) karena berjilbab bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah kewajiban yang harus kamu tunaikan. And dont worry, you will be a beautiful and charming bride in your wedding day with your hijab covers your hair. That's what I believe now ;)

Love,
Wassalamualaikum warohmatullah wabarokatuh.

Tidak ada komentar: